Penyandang Disabilitas Tak Perlu Khawatir! Pemkab Kulon Progo Siapkan Layanan Kesehatan hingga Jemput Bola

redaksi
A-AA+A++

Foto.Bupati Kulonprogo saat simbolis memberikan bantuan.dok

 

 

 

 

 

 

KULON PROGO,Jogjapublik,– Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memperkuat komitmen mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan setara bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan Jaminan Kesehatan Khusus Terpadu (JKT), masyarakat dapat mengakses pemeriksaan medis hingga layanan perbaikan alat bantu dalam satu lokasi.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, saat meninjau kegiatan JKT bagi penyandang disabilitas di Exhibition Hall Taman Budaya Kulon Progo (TBK), Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) dengan Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos) Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Program tersebut bertujuan memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses pemeriksaan kesehatan dan layanan pendukung sesuai kebutuhan mereka.

“Ini adalah wujud nyata dari kesetaraan layanan. Harapan saya, seluruh warga penyandang disabilitas dapat memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan khusus ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Agung.

79 Peserta Kulon Progo Terlayani

Berdasarkan data penyelenggara, sebanyak 79 peserta asal Kulon Progo telah terdaftar dan menerima pelayanan. Selain itu, empat peserta susulan mendaftar langsung di lokasi atau *on the spot*, terdiri atas tiga orang dari Kabupaten Bantul dan satu orang dari Kota Yogyakarta.

Peserta dari luar Kulon Progo tersebut tetap dilayani karena belum sempat mengikuti kegiatan serupa di daerah masing-masing.

Agung menegaskan, pelayanan jaminan kesehatan sosial di DIY mengedepankan fleksibilitas dan koordinasi lintas wilayah. Dengan demikian, penyandang disabilitas yang tidak sempat mengikuti layanan di daerah asal dapat memperoleh informasi dan mengakses kegiatan di kabupaten atau kota lain sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca juga:
Razia Miras di 14 Lokasi Bantul, Polisi Amankan 406 Botol

“Saya pastikan warga bisa mengakses layanan di daerah lain jika terlewat jadwal di Kulon Progo. Dinas Sosial siap memfasilitasi informasi, berkoordinasi, bahkan mengantarkan warga ke lokasi kegiatan jika diperlukan,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta. Sejumlah atlet National Paralympic Committee (NPC) turut memanfaatkan layanan untuk memperbaiki kursi roda maupun alat bantu kaki palsu.

Menurut Agung, kemudahan akses menjadi bagian penting dalam memastikan penyandang disabilitas memperoleh pelayanan yang layak dan mendukung aktivitas sehari-hari.

Gadis Manis Hadirkan Layanan Terpadu Satu Pintu

Sementara itu, Kepala Seksi Kepesertaan Jaminan Kesehatan Sosial Bapel Jamkesos DIY, Enaryaka, menjelaskan bahwa JKT merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan di lima kabupaten/kota di DIY. Pada Oktober 2026, Kulon Progo menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.

Bapel Jamkesos DIY juga menghadirkan program inovasi **Gadis Manis (Jaga Disabilitas Masalah Kronis)** yang mengusung sistem pelayanan terpadu satu pintu atau *one-stop service*.

Melalui sistem ini, peserta dapat mengakses sejumlah tahapan pemeriksaan kesehatan di satu lokasi, mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital, dokter umum, dokter spesialis, hingga skrining TORCH.

“Pola satu pintu ini berarti seluruh tahapan pemeriksaan mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital (*vital signs*), dokter umum, dokter spesialis, hingga skrining TORCH tersedia lengkap di satu lokasi,” jelas Enaryaka.

Selain layanan medis, penyelenggara juga menggandeng mitra penyedia alat bantu, di antaranya YAKKUM dan UCP (*United Cerebral Palsy*). Kolaborasi ini mempermudah peserta yang membutuhkan penanganan atau penyesuaian alat bantu, seperti kursi roda, kaki palsu, dan tangan palsu.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan akses yang selama ini dihadapi penyandang disabilitas ketika membutuhkan pemeriksaan kesehatan maupun alat bantu untuk menunjang mobilitas.

Baca juga:
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Raih Penghargaan Nasional, Ini Kategori yang Diraih

Dinsos Siapkan Layanan Jemput Bola

Untuk menjangkau warga yang mengalami kendala mobilitas dan transportasi, Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Kulon Progo, Ernawati Sukeksi, menegaskan kesiapan pihaknya memberikan layanan jemput bola.

Dinas Sosial berkoordinasi dengan jaringan ambulans gratis di Kulon Progo serta melibatkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) guna membantu warga yang kesulitan datang ke lokasi kegiatan.

“Bagi penyandang disabilitas yang tidak memiliki sarana transportasi atau pendamping untuk hadir di TBK, Dinas Sosial siap menjemput dan mengantar mereka. Kami berkolaborasi dengan jaringan ambulans gratis di Kulon Progo serta didukung penuh oleh relawan Tagana,” ungkap Ernawati.

Ia berharap, dukungan transportasi dan pendampingan tersebut dapat memperluas jangkauan pelayanan sehingga penyandang disabilitas tidak kehilangan kesempatan memperoleh layanan kesehatan hanya karena keterbatasan mobilitas atau akses transportasi.

Orang Tua Peserta Apresiasi Layanan

Manfaat kegiatan JKT juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Mariyah, warga Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh, yang hadir mendampingi anaknya, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut dan memperoleh layanan terkait kursi roda bagi buah hatinya.

“Saya sangat bersyukur dan alhamdulillah sekali bisa berpartisipasi dalam acara Jamkesus Terpadu ini. Harapan saya, acara ini ke depan semakin maju, sukses, dan terus membantu anak-anak difabel lainnya,” tuturnya.

Pelaksanaan JKT di Kulon Progo menjadi salah satu upaya memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas di DIY. Melalui kolaborasi lintas daerah, layanan terpadu, serta dukungan transportasi, pemerintah berharap tidak ada warga yang terkendala memperoleh pelayanan hanya karena keterbatasan fisik maupun sarana pendukung.

Ke depan, kesinambungan program dan kemudahan akses diharapkan semakin memperkuat pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara, layak, dan berkelanjutan.

Baca juga:
Ungkap Peredaran Pil Berlogo Y, Polisi Bantul Amankan Dua Pemuda 

( Pai/JP)

error: Content is protected !!