Foto.Bupati Kulonprogo saat menerima penghargaan.dok.
KULON PROGO, Jogjapublik,- Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., meraih penghargaan Indonesian Leadership Matrix Award 2026 dalam acara penganugerahan di Plataran Hotel, Bali, Sabtu (17/10/2026).
Agung menerima penghargaan dalam kategori The Best Leader in Aerotropolis Spatial Engineering, Digital Fiscal Transformation, and Agrarian Industrial Downstreaming. Penghargaan tersebut diberikan atas kepemimpinan yang mengintegrasikan perencanaan tata ruang, transformasi fiskal digital, dan pengembangan hilirisasi sektor agraris dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Penghargaan ini menyoroti pendekatan multidisiplin dalam pembangunan daerah, khususnya pemanfaatan perencanaan spasial, penguatan pendapatan daerah, serta peningkatan nilai tambah produk pertanian.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengembangan kawasan ekonomi yang terhubung dengan Yogyakarta International Airport (YIA). Pendekatan aerotropolis menempatkan bandara sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi, yang diharapkan mampu memberikan dampak bagi wilayah sekitar dan kawasan penyangga (*hinterland*).
Selain pengembangan kawasan, transformasi fiskal digital juga menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah. Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pajak dan retribusi diharapkan dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), transparansi, serta efektivitas pelayanan pemerintahan.
Penguatan basis data pertanahan berbasis geospasial juga dinilai penting untuk mendukung pemetaan potensi pendapatan daerah secara lebih akurat dan terintegrasi.
Dorong Hilirisasi dan Nilai Tambah Produk Lokal
Di sektor agraris, hilirisasi menjadi salah satu pendekatan yang diangkat dalam kategori penghargaan tersebut. Upaya ini diarahkan agar hasil pertanian lokal tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui pengolahan dan dukungan rantai distribusi.
Pengembangan ekosistem tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, memperkuat daya saing produk lokal, serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi petani dan pelaku usaha di Kulon Progo.
Meski demikian, capaian konkret dari berbagai kebijakan tersebut tetap perlu dilihat melalui indikator terukur, seperti pertumbuhan PAD, realisasi investasi, perkembangan kawasan ekonomi, dan peningkatan nilai tambah produk pertanian.
Agung Tekankan Pentingnya Sinergi Pembangunan
Menanggapi penghargaan yang diterimanya, Agung berharap capaian tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembangunan daerah.
“Besar harapan kita, kita dari Jogja dapat mendapatkan suatu manfaat dan juga penghargaan yang sesuai dengan apa yang dilakukan,” ujar Agung di sela-sela acara penganugerahan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga legislatif dalam mendukung keberlanjutan pembangunan.
Menurutnya, komunikasi dan kerja sama yang baik diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal serta menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap pembangunan bisa berjalan dengan baik bersama para pelaku usaha yang telah bekerja sama dengan pemerintah secara sinergis, begitu pula dengan legislatif yang selalu memberikan masukan konstruktif,” katanya.
Penghargaan Indonesian Leadership Matrix Award 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, pengembangan kawasan ekonomi, dan pemberdayaan sektor agraris.
Ke depan, keberhasilan pembangunan diharapkan tidak hanya tercermin dalam penghargaan, tetapi juga melalui hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kulon Progo.
( Pai/JP)







