Hari Jadi ke-75 Kulon Progo, Bupati Agung Ziarah ke Makam Raja Mataram dan Bupati Pertama

redaksi
A-AA+A++

KULON PROGO,Jogjapublik,- Rangkaian Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo diwarnai tradisi ziarah ke makam leluhur, para raja, serta mantan pemimpin daerah, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus merefleksikan perjalanan sejarah Kabupaten Kulon Progo.

Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forkopimda, kepala OPD, hingga para Panewu mengikuti kegiatan dengan khidmat. Rombongan diberangkatkan dari halaman Kantor Bupati Kulon Progo sekitar pukul 07.00 WIB dan terbagi menjadi empat kelompok dengan rute berbeda.

Kelompok I yang dipimpin Bupati bersama Wakil Bupati, Sekda dan Forkopimda berziarah ke Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, serta makam KPH Suryoningrat, Bupati pertama Kulon Progo, di Makam Hastorenggo, Kotagede, Yogyakarta.

Bupati Agung mengatakan, ziarah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk mengingat kembali jasa para pendahulu sekaligus melakukan refleksi diri.

“Jabatan, gelar dan kepercayaan masyarakat itu sifatnya sementara. Kita semua pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendoakan dan mengingat para pendahulu,” ujar Agung.

Menurutnya, ziarah juga menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan sejarah Kulon Progo. Para tokoh yang diziarahi, termasuk para Sultan Hamengku Buwono dan KPH Suryoningrat, dinilai memiliki peran dalam perjalanan sejarah daerah.

“Tujuannya agar sejarah tidak terputus. Masyarakat Kulon Progo bisa memahami rangkaian sejarah berdirinya Kabupaten Kulon Progo dan siapa saja yang memiliki peran di dalamnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kulon Progo Yulianto Nugroho mengatakan ziarah merupakan agenda inti yang rutin dilaksanakan setiap tahun dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo.

“Tahun ini ziarah dibagi menjadi empat kelompok. Rutenya mencakup makam para bupati, wakil bupati, serta para leluhur yang berada di sejumlah wilayah,” jelas Yulianto.

Baca juga:
Kawal Kualitas Jembatan Perintis Garuda, Tim Dalwas TNI Turun Langsung ke Sleman

Melalui tradisi tersebut, Pemkab Kulon Progo berharap nilai perjuangan dan keteladanan para pendahulu tetap diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari semangat membangun Kulon Progo yang maju, sejahtera, dan bermartabat.

( Pai/JP)

error: Content is protected !!