Foto.titiek suharto saat menyerahkan simbolis beras.dok.
KULON PROGO,Jogjapublik, – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menyalurkan bantuan pangan, sarana pertanian, dan perikanan kepada masyarakat Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (22/10/2026). Bantuan tersebut diharapkan meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan produktivitas petani, nelayan, dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam rangkaian kunjungan reses bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan Perum Bulog Kanwil DIY. Kegiatan menyasar sejumlah wilayah, yakni Kalurahan Srikayangan di Kapanewon Sentolo, Kalurahan Nomporejo di Kapanewon Galur, Kalurahan Kranggan, hingga Padukuhan Nepi.
Selain menerima bantuan, masyarakat juga berkesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung terkait kebutuhan pangan, pertanian, dan pengembangan usaha perikanan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko, anggota DPRD DIY Ika Damayanti Fatma Negara, Wakil Ketua DPRD Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo drh. Drajat Purbadi, M.Si., serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan RR. Heni Hernawati, S.P., M.Si.
Hadir pula unsur Forkopimkap Sentolo dan Galur, para lurah, serta ratusan warga penerima manfaat.
Titiek Soeharto: Bantuan Beras untuk Kebutuhan Tiga Bulan
Dalam pertemuan bersama warga di Nomporejo dan Srikayangan, Titiek Soeharto menegaskan bahwa bantuan pangan pemerintah ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga, terutama di tengah pengeluaran rumah tangga yang terus berjalan.
Ia mengingatkan agar bantuan beras dimanfaatkan sesuai peruntukannya, yakni untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga selama tiga bulan.
“Setiap hari kebutuhan rumah tangga itu nyata, mulai dari beras hingga kebutuhan anak-anak. Bantuan pangan seperti ini hadir untuk mengurangi beban pengeluaran sehari-hari panjenengan semua. Bantuan ini resmi untuk mencukupi kebutuhan dapur keluarga selama tiga bulan ke depan, *diwet-wet* atau dihemat-hemat, dan jangan dijual,” ujar Titiek.
Ia juga mengapresiasi penurunan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di sejumlah wilayah. Menurutnya, berkurangnya jumlah penerima bantuan dapat menjadi indikator positif apabila disebabkan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
“Kalau jumlah penerima berkurang karena tingkat kesejahteraan masyarakat naik kelas, tentu ini hal yang menggembirakan. Untuk yang sepuh-sepuh tetap kita bantu, sedangkan yang muda mari terus semangat bekerja,” tambahnya.
Pemkab Kulon Progo Apresiasi Dukungan Pertanian
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan apresiasi kepada Komisi IV DPR RI dan kementerian terkait atas dukungan terhadap pembangunan sektor pertanian, perikanan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Ambar, dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai bantuan, mulai dari traktor tangan (*hand tractor*), mesin pemanen kombinasi (*combine harvester*), sumur bor untuk wilayah pegunungan, hingga program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya petani dan kelompok usaha yang membutuhkan sarana produksi.
“Setiap keluhan masyarakat, apa yang disampaikan masyarakat, beliau selalu memberi. Bantuan pertanian di Kabupaten Kulon Progo sudah tidak kurang-kurang yang diupayakan dan diusahakan oleh Ibu Titiek Hediati Soeharto. Aspirasi para petani sudah diberikan semua,” ungkap Ambar.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan serta merawat fasilitas bantuan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Mari kita jaga kerukunan dan rawat apa yang telah diberikan untuk kemajuan bersama,” imbaunya.

Bulog Salurkan Beras Hasil Petani Lokal DIY
Dari sisi ketahanan pangan, Perum Bulog Kanwil DIY memastikan beras bantuan yang disalurkan berasal dari hasil penyerapan gabah dan beras petani lokal di DIY.
Kepala Perum Bulog Kanwil DIY, Dedy Apriyadi, menjelaskan bahwa penyaluran di Kalurahan Nomporejo mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Oktober, November, dan Desember 2026, bagi 204 KPM. Penyaluran tersebut melengkapi alokasi bantuan yang telah dibagikan pada bulan-bulan sebelumnya.
Dedy menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat serta dukungan Titiek Soeharto dalam mendorong pelaksanaan program bantuan pangan.
“Kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Mudah-mudahan Bapak Presiden kita diberikan kesehatan dan lebih sukses dalam memimpin Republik Indonesia. Dan tidak lupa dukungan Ibu Siti Hediati Soeharto sebagai Ketua Komisi IV DPR RI yang memberikan masukan kepada pemerintah untuk melaksanakan penyaluran bantuan pangan,” tuturnya.
Ia juga memaparkan bahwa penyerapan beras petani lokal DIY pada 2026 mencapai 217.000 ton, melampaui target awal sebesar 165.000 ton.
Selain memenuhi kebutuhan di daerah, sekitar 5.000 ton beras hasil panen petani DIY telah dikirimkan untuk membantu pasokan pangan di Kalimantan.
Capaian tersebut menunjukkan peran penyerapan hasil panen petani dalam mendukung ketersediaan stok pangan sekaligus memperluas distribusi beras antardaerah.
Bantuan Perikanan, Hasil Tangkapan Nelayan Meningkat
Selain sektor pertanian, bantuan juga menyasar kelompok nelayan dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan. Dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Komisi IV DPR RI meliputi fasilitas penyimpanan ikan (*chest freezer*), peralatan pengolahan ikan, sarana pascapanen, kendaraan alat transportasi ikan (ATI), paket budidaya ikan sistem bioflok, serta alat penangkap ikan (API).
Di Padukuhan Nepi, Kalurahan Kranggan, bantuan perahu bermesin 30 PK dan alat tangkap ikan menjadi salah satu dukungan yang dirasakan langsung oleh kelompok nelayan.
Perwakilan penerima bantuan API dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tani Maju, Ngadisen Walidi, mengatakan bantuan tersebut membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan. Berdasarkan keterangannya, hasil tangkapan nelayan dapat mencapai tiga kuintal atau sekitar 300 kilogram per hari.
“Kami rasakan bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami dalam mencukupi kebutuhan nafkah kami. Semoga bantuan yang diberikan semakin bermanfaat dan membawa berkah bagi kami ke depannya,” ujar Ngadisen.
Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas nelayan, meningkatkan produktivitas penangkapan ikan, serta mendukung peningkatan pendapatan keluarga pesisir.
Pelaku Usaha Pengolahan Ikan Apresiasi Bantuan
Manfaat bantuan juga dirasakan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Mekar Sari, Padukuhan Nepi, Ekawati Murdaningsih, mengungkapkan rasa syukurnya setelah kelompoknya menerima bantuan Sarana Pemasaran Perikanan (SPP).
“Kami sangat merasa senang sekali dan bangga karena kelompok kami, kelompok kecil Poklahsar Mekar Sari yang ada di desa ini mendapatkan bantuan dari KKP Pusat,” tuturnya.
Bantuan sarana pemasaran dan pascapanen diharapkan membantu kelompok usaha menjaga kualitas produk, memperlancar distribusi, serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.
Daftar Penerima Bantuan Sektor Perikanan
Berikut kelompok penerima bantuan sektor perikanan yang tercantum dalam data kegiatan:
1. Sarana Pascapanen Perikanan
– Poklahsar Mekar Sari – Ekawati Murdaningsih.
– Poklahsar Sari Progo – Mujiyo.
– Poklahsar Patimurni Andani – Clara Yanti.
2. Kendaraan Alat Transportasi Ikan (ATI)
– Asosiasi Poklahsar Kulon Progo – Drs. Supriyanto.
3. Budidaya Perikanan Sistem Bioflok
– Pokdakan Mina Depok – Haris.
4. Alat Penangkap Ikan (API)
– KUB Sumber Rejeki – Nurahmat.
– KUB Arung Samudra – Aldiman.
– KUB Ngudi Mulyo – Ngudiwarso.
– KUB Tani Maju – Ngadisen Walidi.
– KUB Bugel Peni 3 – Sarjiyo.
Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat
Rangkaian kunjungan reses dan penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara DPR RI, pemerintah pusat, Bulog, dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
Melalui bantuan pangan bagi keluarga penerima manfaat serta dukungan sarana produksi bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha perikanan, program ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Keberlanjutan program, ketepatan sasaran penerima, serta pemanfaatan bantuan secara optimal menjadi faktor penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
( Pai/JP)







