Pemeliharaan Jalan dan Jalan Desa di Sleman Diklaim Tuntas 100 Persen, Peningkatan Jembatan Masih Berproses

redaksi
A-AA+A++

Foto.Ilustrasi Kepala Bidang Binamarga Kabupaten Sleman.dok.

 

 

SLEMAN,Jogjapublik,– Pekerjaan pemeliharaan jalan dan peningkatan jalan, termasuk akses jalan desa di Kabupaten Sleman, diklaim telah rampung 100 persen hingga akhir Oktober 2026. Sementara itu, pekerjaan peningkatan jembatan masih dalam tahap pengerjaan.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Suparman, saat dikonfirmasi Jogjapublik.com, pada Jumat (30/10/2026).

Dalam keterangannya, Suparman menyebut pekerjaan pemeliharaan jalan yang menjadi tanggung jawab bidangnya saat ini sudah selesai. Hal serupa juga berlaku untuk pekerjaan jalan desa.

“Saat ini sudah selesai. Jalan desa juga sudah selesai,” jawab Suparman melalui pesan singkat.

Ketika ditanya mengenai status penyelesaian administrasi pekerjaan, termasuk apakah seluruh pekerjaan telah melalui proses Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama hasil pekerjaan, Suparman menyatakan bahwa untuk sementara proses tersebut sudah dilakukan.

Namun, tidak seluruh pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan di Sleman telah mencapai tahap penyelesaian. Khusus pekerjaan peningkatan jembatan, Suparman menegaskan masih berlangsung.

“Masih berproses,” ujarnya.

Dengan demikian, berdasarkan keterangan DPUPKP Sleman, pekerjaan pemeliharaan jalan dan jalan desa telah dinyatakan selesai, sedangkan pekerjaan peningkatan jembatan masih membutuhkan penyelesaian lebih lanjut.

Meski demikian, rincian jumlah titik pekerjaan yang telah rampung, daftar lokasi pekerjaan, serta progres fisik masing-masing proyek jembatan yang masih dikerjakan belum disampaikan secara terperinci.

Transparansi data tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana realisasi pembangunan infrastruktur, sekaligus memastikan pekerjaan yang telah dinyatakan selesai benar-benar sesuai spesifikasi dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

( Pm/Jp)

Baca juga:
Gegara Miskomunikasi Soal Jajanan Anak, Pria di Turi Diduga Ayunkan Parang ke Warga
error: Content is protected !!