KULON PROGO,Jogja Publik,- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar aksi korve atau kerja bakti Gerebek Sampah di Alun-Alun Wates, Jumat (9/10/2026). Pembersihan difokuskan pada sampah dan material berbahaya yang tertinggal setelah pelaksanaan Manunggal Fair 2026.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan Alun-Alun Wates kembali bersih, aman, dan nyaman digunakan masyarakat. Sejumlah benda berpotensi membahayakan pengunjung maupun kendaraan, mulai dari paku, kawat, mur, baut, potongan besi, patok bambu, hingga batu dan paving yang belum dikembalikan ke tempat semula, menjadi perhatian petugas.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, memimpin kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat. Para peserta bergotong royong menyisir kawasan alun-alun untuk membersihkan sampah sekaligus mengamankan material yang berisiko menimbulkan kecelakaan.
Ambar mengatakan, kegiatan korve setiap Jumat merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan Indonesia ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar kebersihan lingkungan dan fasilitas umum menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Kerja bakti pagi ini juga kita niatkan sebagai ibadah, sehingga apa yang kita lakukan benar-benar membawa kemanfaatan bagi masyarakat,” ungkap Ambar.

DLH Temukan Material Berbahaya, Keselamatan Pengunjung Jadi Perhatian
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo, Duana Heru Supriyanta, menjelaskan bahwa pembersihan kali ini mendapat perhatian khusus karena Alun-Alun Wates baru saja digunakan untuk kegiatan Manunggal Fair 2026.
Selain sampah, petugas menemukan berbagai material yang berpotensi membahayakan masyarakat apabila dibiarkan berserakan. Di antaranya paku, mur, baut, kawat, tusuk sate, potongan besi, serta material lain yang dapat melukai pengunjung atau mengganggu keselamatan kendaraan.
“Paku, mur, baut, kawat, sampai tusuk sate masih ditemukan. Ini perlu kita pastikan sudah dibersihkan agar tidak membahayakan masyarakat. Kita ingin alun-alun kembali bersih, bahkan lebih bersih lagi, sehingga aman dan nyaman untuk semua,” jelas Duana.
Ia mengungkapkan, korve lintas instansi tersebut telah memasuki pelaksanaan ke-28. Kegiatan rutin ini tidak hanya menyasar lingkungan perkantoran, tetapi juga kawasan pariwisata, perdagangan, dan fasilitas umum.
Setiap Jumat, kegiatan melibatkan berbagai unsur Forkopimda dengan jumlah peserta lebih dari 100 orang. Menurut Duana, rangkaian korve yang telah dilaksanakan juga berkontribusi dalam penanganan puluhan ton sampah di berbagai wilayah Kulon Progo.
DLH turut menyiapkan penanganan tanaman yang rusak akibat terinjak selama kegiatan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan kondisi taman agar kembali tertata dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Alun-Alun Wates Disiapkan untuk Extravaganza 17 Oktober
Sementara itu, Asisten Daerah III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana, menegaskan pentingnya memastikan kondisi Alun-Alun Wates aman sebelum kembali digunakan sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Pasalnya, kawasan tersebut dijadwalkan menjadi lokasi acara *Extravaganza* pada 17 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung sejak pagi hingga malam, meliputi senam, *touring*, parade band, serta hiburan malam bersama Guyon Waton.
Pembersihan juga menjadi bagian dari persiapan menyambut puncak peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo pada 15 Oktober 2026.
Dengan kegiatan korve ini, Pemkab Kulon Progo berupaya memastikan ruang publik tetap terawat dan aman digunakan masyarakat. Pembersihan material berbahaya pascaacara menjadi langkah penting agar kawasan alun-alun tidak hanya terlihat bersih, tetapi juga meminimalkan risiko kecelakaan bagi pengunjung.
Pemerintah daerah berharap semangat gotong royong terus tumbuh dan menjadi kebiasaan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan serta fasilitas umum di Kulon Progo.
( Pai/JP)









