Foto bersama saat kegiatan di Kaveleri Demak ijo.dok.
YOGYAKARTA,Jogjapublik,- Korem 072/Pamungkas menekankan pentingnya kemanunggalan TNI Angkatan Darat (AD) dan rakyat sebagai fondasi dalam memperkuat ketahanan nasional. Sinergi antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan komponen masyarakat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, ketahanan pangan, hingga ancaman keamanan.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pemberdayaan Komponen Masyarakat melalui Penguatan Karakter Kebangsaan Korem 072/Pamungkas Tahun Anggaran 2026, yang digelar di Yogyakarta, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Korem 072/Pamungkas diwakili oleh Kasikomsos Mayor Cak (K) Wahyu Apriliyanti. Acara mengusung tema “Membangun Sinergitas Komponen Masyarakat dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah demi Terwujudnya Ketahanan Nasional.”
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran GBN-MI DIY, di antaranya Sekretaris Daerah Teddy Hendrawan, S.H., M.H., C.Med., CLA, serta Wakil Ketua Ony Agust Dhemiswara dan juga Reza.
Kehadiran unsur organisasi masyarakat tersebut menjadi bagian dari keterlibatan berbagai komponen dalam membangun komunikasi, memperkuat wawasan kebangsaan, serta mendukung upaya menjaga persatuan dan ketahanan nasional.
Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Kemanunggalan TNI AD dan rakyat menjadi salah satu aspek strategis dalam membangun ketahanan wilayah. Peran TNI tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat, pembangunan daerah, serta penguatan solidaritas sosial.
Salah satu upaya yang ditekankan ialah optimalisasi pembinaan teritorial (Binter), terutama melalui peran Bintara Pembina Desa (Babinsa). Babinsa menjadi unsur teritorial yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi wilayah binaannya.
Melalui pendekatan humanis, komunikasi sosial, serta pendampingan masyarakat, Babinsa diharapkan mampu membantu mendeteksi potensi persoalan sejak dini, memfasilitasi komunikasi antarkelompok, dan mendorong penyelesaian masalah secara damai.
Pembinaan teritorial juga diarahkan untuk memperkuat budaya gotong royong, mendukung pembangunan desa, dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungannya.
Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Desa
Sinergi TNI dan masyarakat juga memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan komando kewilayahan, dan petani dapat dilakukan melalui pendampingan pertanian, optimalisasi lahan, penguatan distribusi sarana produksi, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.
Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu mendukung ketersediaan pangan, meningkatkan kemandirian masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya daerah.
Selain itu, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pembangunan wilayah melalui kegiatan fisik dan nonfisik.
Pembangunan fisik dapat mencakup infrastruktur jalan, fasilitas sosial, serta sarana pendukung kegiatan ekonomi. Sementara kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan, penguatan wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial.

Waspadai Ancaman Multidimensi
Penguatan karakter kebangsaan juga menjadi perhatian dalam menghadapi ancaman multidimensi yang dapat muncul dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan.
Berbagai tantangan, seperti polarisasi sosial, kerawanan pangan, konflik antarkelompok, serta ancaman di ruang siber, membutuhkan koordinasi dan komunikasi lintas sektor.
Karena itu, penanaman nilai-nilai Pancasila, peningkatan literasi masyarakat, penguatan toleransi, serta pengembangan komunikasi sosial dinilai penting untuk menjaga persatuan dan stabilitas wilayah.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan perlu terus dibangun dengan tetap menghormati kewenangan masing-masing serta mengedepankan kepentingan masyarakat.
GBN-MI DIY Dukung Penguatan Karakter Kebangsaan
Kehadiran Sekretaris Daerah GBN-MI DIY Teddy Hendrawan, S.H., M.H., C.Med., CLA, dan Wakil Ketua Ony Agust Dhemiswara dan juga Reza dalam kegiatan tersebut menunjukkan partisipasi unsur organisasi dalam forum penguatan karakter kebangsaan.
Keterlibatan berbagai komponen masyarakat diharapkan dapat memperluas ruang komunikasi dan kerja sama dalam mendukung program pembangunan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat semangat persatuan.
Sinergi tersebut menjadi penting agar upaya membangun ketahanan nasional tidak hanya bertumpu pada institusi pertahanan, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif sesuai peran dan kapasitas masing-masing.
Bangun Ketahanan Nasional dari Desa
Kegiatan Pemberdayaan Komponen Masyarakat melalui Penguatan Karakter Kebangsaan Korem 072/Pamungkas TA 2026 menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh komponen bangsa dalam menjaga ketahanan nasional.
Melalui penguatan kemanunggalan TNI AD dan rakyat, pembinaan teritorial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kepedulian sosial, potensi daerah diharapkan dapat dikembangkan untuk menghadapi berbagai tantangan.
Sinergi antara TNI, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan diharapkan terus terjaga sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang tangguh, mandiri, harmonis, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
( Pai/JP)







