Asah Mental 160 Atlet Muda, Kejurkab Taekwondo Kulon Progo Bidik Bibit Atlet Porda 2027

redaksi
A-AA+A++

 

KULON PROGO,Jogjapublik,– Sebanyak 160 atlet muda mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo Kulon Progo 2026 yang digelar di GOR SMK Negeri 2 Pengasih, Sabtu (3/10/2026). Ajang ini menjadi bagian dari upaya pembinaan sekaligus penjaringan bibit atlet potensial untuk memperkuat regenerasi taekwondo Kulon Progo.

Kejurkab dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi, yang hadir mewakili Bupati Kulon Progo. Pembukaan diikuti para atlet, pelatih, serta tamu undangan.

Ketua Panitia Kejurkab Taekwondo Kulon Progo 2026, Muh. Faried Dwi Saputra, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi kesempatan bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman dan merasakan atmosfer pertandingan secara langsung.

“Atlet yang baik membutuhkan jam terbang, tidak hanya berlatih di dojang, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknik tersebut di arena resmi,” ujar Faried di sela-sela kegiatan.

Menurut Faried, kejuaraan yang berlangsung selama satu hari itu diikuti 160 atlet dari berbagai dojang di Kulon Progo. Jumlah tersebut melampaui kuota awal yang ditetapkan panitia sebanyak 150 peserta.

“Untuk antusiasnya alhamdulillah sesuai harapan. Kemarin juga sebenarnya hanya 150 peserta yang kuotanya, namun ini lebih dari itu,” katanya.

Kejurkab mempertandingkan dua kategori utama, yakni Kyorugi atau pertarungan dan Poomsae atau jurus. Selain menguji kemampuan teknik, pertandingan tersebut ditujukan untuk membentuk mental bertanding, meningkatkan sportivitas, serta memacu atlet muda agar mampu berkompetisi hingga tingkat provinsi dan nasional.

Faried berharap Kejurkab Taekwondo Kulon Progo dapat terus digelar secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet berkelanjutan.

Diproyeksikan untuk Porda DIY 2027

Ketua Umum Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Kulon Progo, H.M. Zuharsono Ashari, mengatakan Kejurkab tahun ini memberikan perhatian khusus kepada kategori junior.

Baca juga:
Razia Miras di 14 Lokasi Bantul, Polisi Amankan 406 Botol

Menurutnya, pengalaman bertanding sejak usia dini penting untuk membentuk mental sekaligus mengukur perkembangan kemampuan atlet.

“Kami berharap muncul bibit-bibit muda yang handal. Terlebih lagi, Kulon Progo akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY pada tahun 2027 mendatang,” ujar Zuharsono.

Ia mengatakan hasil dari Kejurkab tersebut nantinya dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memproyeksikan atlet yang akan memperkuat kontingen Kulon Progo pada Porda DIY 2027.

“Hasil dari Kejurkab ini nantinya akan diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Kulon Progo di Porda 2027,” imbuhnya.

Pemkab Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Penyelenggaraan Kejurkab Taekwondo Kulon Progo 2026 turut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang berperan sebagai Bapak Asuh Cabang Olahraga Taekwondo.

Sekretaris Dinas Kominfo Kulon Progo, Chris Agung Pramudi, mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan tersebut. Ia menilai kompetisi bukan sekadar tempat mengukur prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus membangun karakter melalui nilai-nilai semangat juang, disiplin, keberanian, dan sportivitas,” kata Chris.

Chris berharap pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kulon Progo di tingkat DIY hingga nasional.

“Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, dan berikan kemampuan terbaik untuk Kulon Progo,” pungkasnya.

Dengan keikutsertaan 160 atlet muda, Kejurkab Taekwondo Kulon Progo 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi bagian dari proses panjang mencetak atlet berprestasi sekaligus menyiapkan kekuatan Kulon Progo menghadapi Porda DIY 2027.

( Pai/jp)

error: Content is protected !!