Sleman, Jogjapublik,- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ditandai dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama di Ruang Sidang, Kantor Pusat UGM, Jumat (25/9/2026).
Kemitraan ini berfokus pada pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi serta pengkajian, pengembangan, hingga pemasaran produk dan potensi lokal Kulon Progo berbasis riset terapan dan inovasi daerah. Kedatangan Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., diterima langsung oleh Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., beserta jajaran pimpinan universitas.
Perpanjangan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari hubungan simbiosis yang telah terjalin antara Pemkab Kulon Progo dan UGM. Penandatanganan ini mencakup berbagai ruang lingkup strategis, mulai dari pengkajian produk unggulan daerah, riset promosi investasi dan pariwisata, hilirisasi komoditas unggulan (seperti kelapa, kopi Menoreh, cabai, bawang merah, hingga gula semut), penguatan BUMKal dan Koperasi, peningkatan PAD, hingga pengembangan sarana edukasi.
Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, menegaskan pentingnya payung hukum ini untuk menjaga keberlanjutan berbagai program lapangan yang sudah berjalan antara kedua belah pihak.
“MoU ini adalah langkah administratif untuk perpanjangan kerja sama yang sebetulnya secara _de facto_ kerja sama antara UGM dengan Pemda Kulon Progo itu terus bergulir,” ujar Agung.

Ia juga menekankan komitmen untuk mendorong kualitas hasil produk lokal agar dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Agar pemanfaatan hasil petani-petani lokal ini benar-benar naik kelas, bukan sekadar hasil pertanian yang harganya di bawah, tetapi dapat masuk ke ekosistem yang memasok bahan pangan berkualitas di berbagai sektor,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyambut baik keberlanjutan kemitraan ini dan menegaskan bahwa Kulon Progo memiliki ikatan historis serta strategis yang kuat dengan UGM.
“Kami sebetulnya dengan Kabupaten Kulon Progo itu kalau UGM tidak bisa dipisahkan, baik dari sisi sejarah maupun kerja sama yang sudah melembaga sejak lama,” tutur Danang.
Beliau menekankan bahwa fokus utama kolaborasi ini adalah memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
“Saat ini kita akan memperkuat lagi bagaimana kerja sama itu betul-betul memberikan manfaat kepada masyarakat lokal, terutama menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kualitas produk-produk unggulan daerah,” jelasnya.
Salah satu fokus perhatian dalam kerja sama ini adalah pemanfaatan dan optimalisasi Gedung _Field Research Center_ (FRC) UGM di Wates, Kulon Progo. Selain sebagai laboratorium riset lapangan dan tempat pelatihan masyarakat seperti pengembangan petani milenial, FRC diproyeksikan sebagai pusat kegiatan perkuliahan berbasis praktik bagi mahasiswa, yang diharapkan membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan dan perekonomian untuk masyarakat Kulon Progo.
Melalui penandatanganan ini, Pemkab Kulon Progo dan UGM berharap seluruh potensi daerah dapat dikelola secara optimal melalui pendekatan akademik, inovasi terapan, dan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
( */Red)









