SLEMAN,Jogja Publik, – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman mendorong pengembangan Pasar Godean agar tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi kawasan yang memiliki daya tarik wisata dan ruang aktivitas masyarakat.
Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman, Herbandang, mengatakan Pasar Godean memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus menarik kunjungan masyarakat dari luar wilayah Godean.
“Pasar Godean akan dikembangkan bukan sekadar tempat belanja, tetapi juga menjadi tempat wisata,” ujar Herbandang.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah keberadaan Makam Mbah Jenggot di kawasan Pasar Godean. Keberadaan makam tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan apabila ditata serta dikembangkan secara baik.
Menurut Herbandang, konsep pengembangan tersebut diharapkan dapat membuat Pasar Godean memiliki fungsi yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga dapat menikmati berbagai aktivitas dan potensi yang ada di kawasan pasar.
Namun, pengembangan Pasar Godean juga masih berkaitan dengan persoalan status aset. Herbandang menyampaikan bahwa aset Pasar Godean saat ini belum diserahkan kepada pemerintah daerah dan masih berada di pemerintah pusat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengembangan Pasar Godean ke depan. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola pasar, paguyuban pedagang dan pihak terkait diperlukan agar pengembangan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Di sisi lain, Paguyuban Pasar Godean turut menyiapkan berbagai kegiatan untuk memperingati satu tahun beroperasinya pasar tersebut.
Ketua Paguyuban Pasar Godean, Supriyati, mengatakan rangkaian kegiatan akan dimulai Rabu, 28 Oktober, melalui pengajian umum pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Kegiatan tersebut terbuka bagi pedagang dan masyarakat umum.
“Pengajian ini untuk umum, seluruh pedagang juga kami libatkan,” kata Supriyati.
Kegiatan berlanjut pada Kamis dengan pengajian serta kegiatan yang berkaitan dengan keberadaan Makam Mbah Jenggot. Paguyuban berharap keberadaan makam tersebut dapat menjadi salah satu potensi yang semakin dikenal masyarakat.
“Harapannya masyarakat dari luar Godean juga bisa datang. Keberadaan makam ini menjadi salah satu potensi yang kami miliki,” ujarnya.
Pada Jumat, paguyuban akan menggelar Jumat Berkah dengan menyediakan sekitar 4.000 porsi bakso mulai pukul 08.00 WIB. Selain itu, akan digelar donor darah yang terbuka untuk masyarakat umum.
Sementara Sabtu, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan dan kegiatan kebersamaan bagi pedagang serta masyarakat.
Supriyati menambahkan, paguyuban juga telah menjalankan sejumlah program untuk mendukung pedagang dan pelayanan kepada masyarakat, antara lain pengajian rutin, kegiatan sosial serta kerja sama di bidang kesehatan.
Selain itu, paguyuban mengembangkan pelayanan bagi konsumen, termasuk kerja sama penyediaan kebutuhan seperti sembako dan sayuran dengan sejumlah rumah makan di sekitar pasar. Layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi para pedagang.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan aktivitas Pasar Godean. Sejalan dengan itu, Disperindag Sleman mendorong agar potensi perdagangan, sosial, sejarah dan wisata dapat dikembangkan secara terpadu sehingga Pasar Godean memiliki daya tarik yang lebih luas bagi masyarakat.
( Red).







