Foto. Masa aksi di depan DPRD DIY.dok.
YOGYAKARTA,Jogjapublik,- Aksi demonstrasi gabungan Aliansi BEM Nusantara DIY, FBD, dan SEMA UGM di halaman Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (20/10/2026), diwarnai ketegangan, aksi vandalisme, serta kerusakan sejumlah fasilitas gedung.
Ratusan peserta aksi menyampaikan tuntutan agar anggota DPRD DIY menemui mereka dan membuka ruang dialog. Massa juga mendesak aparat keamanan memberikan akses bagi perwakilan demonstran untuk masuk ke dalam gedung guna menyampaikan aspirasi secara langsung.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa Aliansi BEM Nusantara DIY terlihat membubarkan diri pada sore hari. Sementara itu, peserta aksi dari FBD masih bertahan di halaman Gedung DPRD DIY.
Massa yang bertahan meminta sedikitnya 50 persen anggota DPRD DIY hadir menemui mereka dan memberikan tanggapan atas tuntutan yang disampaikan. Mereka menegaskan akan tetap bertahan hingga tuntutan tersebut mendapat respons.
Dialog dengan Anggota DPRD Berlangsung Alot
Di tengah berlangsungnya aksi, anggota Komisi B DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Andriana Wulandari, hadir menemui demonstran untuk mencoba menenangkan situasi sekaligus membuka ruang dialog.
“Kami yang ada di sini hari ini ada 5 fraksi,” kata Andriana di hadapan massa aksi.
Namun, dialog antara perwakilan DPRD DIY dan demonstran berlangsung alot. Massa tetap mendesak agar diperbolehkan masuk ke dalam gedung dan bertemu langsung dengan perwakilan fraksi.
Desakan tersebut terus disuarakan oleh peserta aksi. Salah seorang demonstran berteriak meminta akses masuk ke gedung.
“Izinkan kami masuk, urusan kami selesai,” teriak salah satu peserta aksi.
Selain meminta akses masuk, massa juga mendesak kehadiran sedikitnya 50 persen anggota DPRD DIY untuk menemui mereka secara langsung.
Massa menyatakan akan bertahan di halaman gedung apabila tuntutan tersebut belum dipenuhi. Mereka bahkan menyebut akan menunggu hingga pukul 20.00 WIB.
“Kami tunggu sampai jam 8 malam ini,” tandas salah satu peserta aksi.
Vandalisme dan Kerusakan Fasilitas Gedung
Di tengah aksi demonstrasi, sejumlah peserta diduga melakukan vandalisme dengan mencoretkan tulisan dan gambar yang dinilai tidak pantas pada bagian bangunan gedung.
Selain coretan tersebut, beberapa lampu gantung di depan lobi gedung dilaporkan pecah setelah terkena lemparan. Insiden pelemparan botol ke arah aparat keamanan juga terjadi dalam rangkaian aksi tersebut.
Sejumlah anggota polisi dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena lemparan botol. Meski demikian, kronologi lengkap kejadian, pihak yang bertanggung jawab, serta jumlah pasti korban masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Kerusakan fasilitas tersebut disayangkan karena Gedung DPRD DIY merupakan bangunan yang memiliki nilai sejarah dan perlu dijaga kelestariannya. Status perlindungan cagar budaya bangunan tersebut perlu dipastikan melalui keterangan resmi dari instansi berwenang.
Di sisi lain, aparat kepolisian berupaya melakukan pendekatan humanis kepada peserta aksi. Polisi mengimbau demonstran agar menjaga ketertiban, menghindari tindakan anarkis, serta menyampaikan aspirasi secara damai.
Hingga berita ini disusun, massa FBD masih dilaporkan bertahan di halaman Gedung DPRD DIY. Belum diperoleh keterangan resmi mengenai tanggapan lengkap pimpinan DPRD DIY terhadap seluruh tuntutan demonstran maupun penjelasan mengenai kerusakan fasilitas gedung.
( Tim red)







