Ops Patuh Progo: Kecelakaan Turun 23%, Tapi Laka di DIY Naik 32,8%

redaksi
A-AA+A++

foto.Operasi patuh progo 2025 Polda DIY.dok.

 

 

YOGYAKARTA,Jogjapublik, – Operasi Patuh Progo 2026 yang digelar Polda DIY selama sepekan mulai 26 Oktober hingga 1 November 2026 menunjukkan hasil positif. Angka kecelakaan lalu lintas tercatat turun 23 persen dibandingkan satu minggu sebelum operasi berlangsung.

Namun, di balik penurunan tersebut, jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah DIY justru mengalami kenaikan jika dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., mengungkapkan hasil Analisis dan Evaluasi (Anev) pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026 menunjukkan adanya perbaikan dalam aspek keselamatan berlalu lintas.

Selain menekan jumlah kecelakaan dibandingkan pekan sebelumnya, operasi tersebut juga berhasil mengurangi tingkat fatalitas korban serta menekan kerugian materiil hingga lebih dari separuhnya.

Meski demikian, data perbandingan tahunan menunjukkan kondisi yang perlu menjadi perhatian. Pada pekan pertama 2025 tercatat 128 kejadian kecelakaan, sedangkan pada periode yang sama tahun 2026 mencapai 170 kejadian.

Artinya, terjadi kenaikan sebanyak 42 kejadian atau sekitar 32,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kendati jumlah kecelakaan meningkat secara tahunan, total kerugian materiil justru tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Tilang Turun 81 Persen

Di sisi penegakan hukum, Polda DIY mengklaim mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis selama pelaksanaan operasi.

Hal itu terlihat dari penurunan jumlah penindakan berupa tilang. Pada pekan pertama 2025 tercatat 5.865 pelanggar ditilang, sedangkan pada periode yang sama tahun ini sebanyak 1.127 pelanggar. Jumlah tersebut turun sekitar 81 persen.

Sebaliknya, penindakan melalui teguran edukatif mengalami peningkatan. Dari 5.254 teguran pada 2025 menjadi 5.284 teguran pada 2026.

Secara keseluruhan, total penindakan pelanggaran lalu lintas pada pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026 mencapai 6.411 tindakan. Mayoritas dilakukan melalui pendekatan teguran persuasif.

Baca juga:
BULOG Gelontorkan Rp150 Juta untuk 30 Penyandang Disabilitas di Yogyakarta, Dorong RPK Mandiri

Patroli Ditingkatkan, Ribuan Imbauan Disebar

Tak hanya penindakan, Polda DIY bersama Polres dan Polresta jajaran juga meningkatkan kegiatan edukasi serta pengawasan di lapangan.

Data Anev mencatat kegiatan preemtif meningkat sekitar 7 persen, dari 6.506 kegiatan pada 2025 menjadi 6.959 kegiatan pada 2026.

Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan melalui media cetak, elektronik, media sosial, hingga sambang ke lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Petugas juga menyebarkan 4.192 sarana imbauan berupa spanduk, leaflet, stiker, dan baliho.

Sementara itu, kegiatan preventif meningkat 12 persen menjadi 15.944 kegiatan. Salah satu yang menonjol adalah patroli jalan raya yang mencapai 5.564 kegiatan atau meningkat 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengawalan dan pengaturan lalu lintas juga ditingkatkan guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Seluruh kegiatan tersebut didukung fungsi humas, kesehatan (dokkes), teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta pengawasan internal (propam).

Menutup keterangannya, Polda DIY menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mematuhi aturan lalu lintas. Masyarakat juga diimbau untuk terus meningkatkan disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Meski tilang menurun dan kecelakaan turun dibandingkan pekan sebelumnya, kenaikan angka kecelakaan secara tahunan menjadi catatan penting. Polda DIY diharapkan terus memperkuat edukasi, patroli, dan pengawasan agar keselamatan pengguna jalan di wilayah DIY semakin terjamin.

( Pm/JP)

error: Content is protected !!