KULON PROGO,Jogjapublik,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara di halaman Kantor Pemkab Kulon Progo, Kamis (1/10/2026).
Peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai historis Pancasila, tetapi juga dimanfaatkan Pemkab Kulon Progo untuk mengakselerasi pelayanan kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta menegaskan komitmen terhadap pengelolaan anggaran yang efisien dan tepat sasaran.
Dalam upacara tersebut, Wakil Ketua DPRD Kulon Progo Suharto membacakan naskah ikrar Ketua DPR RI Puan Maharani. Pembacaan ikrar menjadi bagian dari rangkaian peringatan untuk meneguhkan komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan mengatakan, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk melalui pelayanan publik yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Indonesia pernah mengalami peristiwa yang menguji kesetiakawanan, kekompakan, dan keutuhan NKRI. Namun, dengan kekuatan Pancasila, negara ini terselamatkan dari perpecahan,” kata Agung usai memimpin upacara.
Upacara tersebut diikuti Wakil Bupati Kulon Progo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulon Progo.
Menurut Agung, sejarah perjuangan bangsa tidak boleh sekadar menjadi catatan masa lalu. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu terus dilestarikan dan dipahami oleh seluruh generasi.

CKG Dimanfaatkan untuk Deteksi Dini TBC
Sejalan dengan semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Kulon Progo memanfaatkan momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila untuk memperluas akses layanan CKG.
Layanan tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana deteksi dini dan pelacakan kasus penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC).
“Berkumpulnya banyak orang di momentum ini dimanfaatkan sekalian untuk tracing kasus TBC. Sebab di Kulon Progo masih ada beberapa kasus TBC yang harus kita deteksi dan tangani bersama,” ujar Agung.
Sejumlah peserta upacara turut memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut. Pemeriksaan yang diberikan antara lain pengecekan tekanan darah, gula darah, mata, pemeriksaan TBC hingga pemeriksaan rontgen.
Astuti, salah seorang ASN Pemkab Kulon Progo, mengaku terbantu dengan layanan tersebut karena pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan setelah mengikuti upacara.
“Senang sekali mendapat pelayanan kesehatan gratis ini. Tadi selesai mengikuti upacara bisa langsung cek tensi, gula darah, cek mata, tes TBC, sampai cek rontgen,” katanya.
Anggaran Diprioritaskan untuk Kebutuhan Dasar
Selain sektor kesehatan, Pemkab Kulon Progo juga menekankan pentingnya tata kelola anggaran daerah yang efisien dan tepat sasaran.
Agung mengatakan, kebijakan anggaran diarahkan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Prioritas utama kita adalah pemenuhan kebutuhan dasar, meliputi stabilitas pangan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Jika minimal empat sektor dasar ini tercapai, saya yakin pelayanan publik secara menyeluruh akan berjalan optimal,” tegasnya.
Pemkab Kulon Progo berharap penguatan nilai-nilai Pancasila dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama di bidang kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini pun menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi diwujudkan melalui kebijakan dan pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
( Pai/JP)







