Foto.Bulog DIY Salurkan Bantuan Beras di Kemantren Gedongtengen.dok.
YOGYAKARTA,Jogjapublik, – Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta mulai menyalurkan bantuan pangan beras untuk alokasi Oktober hingga Desember 2026. Sebanyak 200 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kemantren Gedongtengen, Kota Yogyakarta, menjadi penerima simbolis dalam kegiatan yang digelar Sabtu (31/10/2026).
Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas, Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han., bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah dan unsur kepolisian.
Hadir pula Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kemenko Bidang Pangan, Mochamad Saleh Nugrahadi, Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sukidi, Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Patricia Heny Dian Anitasari, serta Kasat Binmas Polresta Yogyakarta Kompol Antu Nugrahanto Atmojoputro.

Dalam sambutannya, Mochamad Saleh Nugrahadi mengapresiasi kinerja Bulog Yogyakarta yang mencatatkan capaian pengadaan beras hingga diperkirakan mencapai 150 persen dari target.
“Capaian pengadaan beras di Bulog Yogyakarta diperkirakan mencapai 150 persen dari target. Secara nasional, pengadaan beras berada di angka 105 persen,” ungkap Saleh.
Dia juga menyebut cadangan beras nasional yang tersimpan di gudang-gudang Bulog hampir menyentuh 4,6 juta ton. Jumlah tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional hingga 10 bulan ke depan.
Menurutnya, program bantuan pangan beras merupakan instruksi Presiden RI yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, diatur Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan didistribusikan Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan.
Penyaluran periode Oktober-Desember 2026 ini merupakan tahap ketiga program bantuan pangan. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan.
Saleh berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya masyarakat penerima manfaat. Ia juga mengingatkan agar beras bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga dan tidak diperjualbelikan.
Sementara itu, kehadiran Kasrem 072/Pamungkas dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap sinergi lintas sektoral dalam menyukseskan program strategis pemerintah.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan unsur TNI-Polri diharapkan mampu memastikan penyaluran bantuan pangan berjalan tertib dan tepat sasaran.
Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi.
( Pm/JP)







