SLEMAN,Jogjapublik,- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman. Dalam hasil reviu manajemen risiko tingkat wilayah, BNNK Sleman berhasil menempati peringkat ke-4 terbaik dari 182 BNN Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dengan nilai hasil reviu 82,00
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penerapan tata kelola dan pengendalian risiko di lingkungan BNNK Sleman berjalan secara terstruktur.
Manajemen risiko merupakan bagian dari Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang berfungsi membantu organisasi mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, serta mengendalikan berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
Dalam penerapannya, BNNK Sleman menjalankan sejumlah tahapan manajemen risiko, mulai dari penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis dan evaluasi risiko, penanganan risiko, hingga pemantauan serta penyampaian informasi dan komunikasi risiko.
Kepala BNN Kabupaten Sleman, Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran.
“Prestasi BNN Kabupaten Sleman ini merupakan hasil kerja sama seluruh pegawai, yang terus berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan tata kelola organisasi, serta melakukan pengendalian risiko secara berkelanjutan. Yang terpenting, seluruh upaya ini kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Sleman.”
Menurut Teguh, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BNNK Sleman untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi.
Penguatan pengendalian internal dan penerapan manajemen risiko juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada integritas, profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan publik.
Dengan menempati peringkat ke-4 dari 182 BNN Kabupaten/Kota, BNNK Sleman berkomitmen mempertahankan capaian tersebut sekaligus terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan risiko dan tata kelola organisasi.
BNNK Sleman Bersama Mengelola Risiko, Mewujudkan Kinerja Akuntabel untuk Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat.
( */Red)







