foto.Bupati Kulonprogo Saat Memberikan Sambutan.dok.
KULON PROGO,Jogjapublik,- Dua varietas Kopi Liberika asal Perbukitan Menoreh, yakni Lokananta dan Trajumas, resmi memperoleh sertifikat tanda daftar varietas dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pengakuan ini menjadi langkah penting untuk melindungi potensi kopi lokal sekaligus meningkatkan daya saing petani Kulon Progo.
Penyerahan sertifikat berlangsung di Ruang Menoreh, Kompleks Setda Kulon Progo, Senin (26/10/2026). Sertifikat diserahkan kepada perwakilan petani Pagerharjo dan Samigaluh, serta diterima Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M.
Pendaftaran kedua varietas tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, BP3MPTP Yogyakarta, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Ketua Kelompok Riset Optimasi Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Lokal Tanaman Pangan BRIN, Dr. Ir. Kristamtini, M.Si., menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan melalui identifikasi morfologi tanaman untuk menghasilkan deskripsi varietas yang akurat.
Lokananta dikenal memiliki daun lebar, sedangkan Trajumas memiliki daun sempit. Keduanya menjadi potensi sumber daya genetik lokal yang perlu dijaga dan dikembangkan.

Dani, pengelola BUMDes Binangun Raharja, Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, menyambut positif pengakuan tersebut. Menurutnya, sertifikat varietas menjadi penyemangat bagi petani dan kelompok pengembang kopi lokal.
Sementara itu, Bupati Agung Setyawan mengapresiasi kerja keras petani dalam melestarikan kopi Liberika Menoreh. Ia mendorong petani agar tidak sekadar menanam, tetapi juga mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar.
“Bukan lagi sing penting nandur, engko rak ya ono sing tuku (yang penting menanam, nanti pasti ada yang beli), melainkan lakukanlah tindakan dan berkaryalah pada sesuatu yang dibutuhkan orang lain,” pesannya.
Dengan terdaftarnya Lokananta dan Trajumas, kopi Liberika Menoreh diharapkan semakin dikenal, memiliki identitas varietas yang jelas, serta membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi petani dan pengembangan komoditas unggulan Kulon Progo.
( pm/JP)







