Kulon Progo Jadi Rujukan Nasional Pencegahan Zoonosis, Leptospirosis Capai 64 Kasus

redaksi
A-AA+A++

Foto.Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko Saat Menyampaikan Pendapat.dok.

 

 

KULON PROGO,Jogjapublik,– Kabupaten Kulon Progo menjadi salah satu dari empat wilayah prioritas nasional yang dikaji praktik baiknya dalam pencegahan zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE), bersama Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Asesmen dilakukan melalui *Focus Group Discussion* (FGD) oleh tim Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI di Bale Agung, Kulon Progo, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan unsur masyarakat dan organisasi perangkat daerah (OPD).

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit.

“Kalau kita saling berkoordinasi dan berkolaborasi, persoalan yang menyangkut kebutuhan masyarakat bisa terselesaikan atau dikomunikasikan dengan baik,” ujarnya.

Ketua Tim Asesmen Kemenko PMK, Ratna Kusumadewi, S.ST., M.Kes., mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta perbaikan sanitasi lingkungan sebagai langkah pencegahan.

Guru Besar Epidemiologi UAD, Prof. Sulistyawati, S.Si., M.P.H., Ph.D., mengatakan asesmen ini bertujuan menggali praktik baik Kulon Progo dalam pengendalian penyakit, khususnya untuk dipelajari sebagai bahan evaluasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, dr. Eko Budiarto, M.Kes., Sp.An., mengungkapkan bahwa sepanjang 2026 tercatat **64 kasus leptospirosis dengan tujuh korban meninggal dunia**. Sebagian besar penderita berasal dari kalangan petani dan pekerja serabutan.

Ia mengimbau masyarakat menerapkan PHBS serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada leptospirosis. Deteksi dini dan penanganan medis yang tepat menjadi faktor penting untuk mencegah kondisi semakin parah.

Melalui asesmen ini, Pemkab Kulon Progo berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga upaya pencegahan zoonosis dan penyakit infeksi emerging dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca juga:
Pelatihan Barista Kopi Merapi, Sleman Dorong Kesejahteraan Petani dan Penguatan Wisata Lokal

( Pm/Jp)

error: Content is protected !!