Foto.Festival Anak Sholeh Indonesia.dok.
Kulon Progo,Jogjapublik, – Sebanyak 150 santriwan dan santriwati terpilih siap membawa nama Kabupaten Kulon Progo dalam Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan mengikuti 22 cabang lomba kategori TKA, TPA, dan TQA, para santri akan menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus berjuang mengukir prestasi pada Minggu, 8 November 2026, di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Sebelum bertolak menuju ajang tingkat provinsi, para santri mengikuti kegiatan pamitan kafilah bersama Bupati Kulon Progo, Dr. R. H. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., di Aula Adikarta, Sabtu (31/10/2026).
Kafilah tersebut merupakan hasil seleksi Festival Anak Saleh Indonesia tingkat Kabupaten Kulon Progo yang diselenggarakan pada September 2026 dan diikuti oleh 693 santri. Dari proses tersebut, terpilih 150 santri untuk mewakili Kulon Progo di tingkat DIY, didampingi 26 ofisial, termasuk Ketua Kafilah, Fathariza Ma’ruf, S.Pd.
Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) TKA-TPA Kabupaten Kulon Progo, H. Agus Wantoro, S.H., menyampaikan bahwa seluruh peserta telah mendapatkan pembinaan sebanyak tiga kali sebagai bekal menghadapi perlombaan. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, khususnya melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kulon Progo, yang telah memfasilitasi kegiatan pembinaan hingga kebutuhan kafilah.
Agus berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan optimal. Bahkan, Badko TKA-TPA telah memasang target untuk meraih juara umum FASI XIII tingkat DIY.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Agung Setyawan menyampaikan apresiasi kepada Badko TKA-TPA beserta para ustaz dan ustazah yang selama ini konsisten mendampingi pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak di Kulon Progo.
Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademis, tetapi juga perlu diimbangi dengan penanaman nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta pembiasaan akhlak mulia sejak usia dini.
“Melalui pembelajaran Al-Qur’an, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan memahami ayat-ayatnya, tetapi juga dibimbing untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, disiplin, santun, peduli, dan menghormati sesama,” ungkapnya.

Bupati juga berpesan agar para peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Lebih dari itu, FASI menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, belajar disiplin, serta menumbuhkan sportivitas.
“Berikan kemampuan terbaik kalian, tampil dengan penuh percaya diri, ikuti arahan para pembimbing, dan jangan mudah takut atau menyerah. Kemenangan memang menjadi harapan, tetapi keberanian untuk tampil, kesungguhan dalam berusaha, dan pengalaman yang diperoleh juga merupakan bagian penting dari keberhasilan,” pesannya.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen mendukung pembinaan generasi muda, termasuk melalui pendidikan keagamaan. Pembangunan daerah, menurutnya, tidak hanya tentang kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Mengakhiri sambutannya, Bupati secara resmi melepas kafilah FASI XIII Kabupaten Kulon Progo untuk mengikuti kompetisi tingkat DIY. Ia berharap seluruh peserta dapat berjuang dengan sungguh-sungguh, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Dengan semangat dan doa bersama, 150 santri tersebut diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa kebanggaan bagi orang tua, para pembimbing, dan Kabupaten Kulon Progo.
( PM/JP)







